sabun-deterjen

Mungkin bagi sebagian orang mencari tahu tentang sejarah deterjen adalah hal yang paling konyol yang pernah dilakukan, tapi orang-orang yang berfikiran seperti itu adalah orang yang paling konyol didunia, kenapa? Karena memakainya setiap hari tanpa ingin tahu bagaimana awal pertama kali deterjen diciptakan, dan kemungkinan mereka adalah orang yang tidak pernah menghargai hasil karya orang-orang yang sudah mempermudah hidupnya dizaman sekarang ini. Oke sekarang kita langsung saja pada pokok pembahasan, yaitu membahas tentang Deterjen dan Sejarahnya

Menjadi salah satu produk pembersih yang banyak dianfaatkan untuk usaha laundry, dan berbagai alat rumah tanga dan transportsi atau kegiatan komersial lainnya, ternyata Deterjen punya sejarah yang cukup panjang loh

Sabun Deterjen pertama kali dikembangakan oleh Jerman pada Perang Dunia II dengan maksud untuk membersihkan lemak dan minyak dan untuk keperluan yang lainnya, pada tahu  1916 kemudian lahirlah inovasi baru yang dilakukan oleh ilmuwan Jerman, Fritz Gunther yang berhasil menemukan Surfaktan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan sabun.

Pada tahun 1933 deterjen untuk keperluan rumah tangga pertama kali diluncurkan di AS, kelebihan deterjen pada saat itu adalah dapat lebih efektif membersihkan kotoran meskipun dalam air yang mengandung mineral. Pada tajhun 1950 an baru kemudian dibuatlah deterjen dengan pemutih oksigen,

Kemudian di tahun 1960 –an sabubn pencuci sudah memiliki enzim loh, ini memungkinkan pakaian direndam dulu sebelum dicuci, pada tahun 1970 detegen mulai dicampurkan dengan bahan pelembut kain yang sampai saat ini digunakan.

Pada 1980 seiring dengan perkembangan mesin pencuci, pada pelaku industri berhasil menciptakan konsentrat bubuk untuk mencuci pakaian,  dan pada era 1990 an pelaku industri juga kembali berinovasi dengan melahirkan deterjen dala bentuk cairan yang mampu berkerja dua kali lebih efektif untuk membersihkan.

Generai awal dari bahan kimia untuk deterjen yaitu Alku Benzene Sulfonat (ABS) yang mampu menghasilkan busa yang banyak, namun dikarenkan sifat ABS yang sulit untuk diruasi oleh mikroorganisme dipermukaan tanah, membuat limbah busa di sungai dan danau, lalu para peneliti mulai melakukan penelitian pada tahun 1965 selama 10 tahun, dan menghasilkan senyawa baru yang lebih ramah lingkungan yaitu Linear Alkalybenzene Sulphonate yang sampai saat ini banyak digunakan dalam produk deterjen, perkembangan dari Linear Alkalybenzene Sulphonate adalah Metil Ester Sulfonat (MES) dimana MES lebih mudah terdegradasi dibandingkan LAS, Menurut Matheson (1996), MES menunjukkan karakteristik yang baik, diantaranya mudah terdegradasi dan memiliki sifat deterjensi yang baik terutama pada air dengan tingkat kesadahan yang tinggi.

Oke, sekarang kalian sudah tahu kan? Dan diharapkan kalian tidak meremehkan sejarah dari sesuatu pun, karena semua yang ada dijaman sekarang itu memiliki sejarah, dari peralatan yang kita gunakan, atau makanan yang kita makan semuanya memiliki sejarahnya masing-masing. Share kalo menurut kalian artikel ini menarik yah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IBX583F683C10585